Kisahnya buah kelapa..

Secara tak terduga mendengar taushiyah K.H Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dalam sebuah kesempatan yang juga tak terduga. Dalam salah satu bagian taushiyahnya, Aa Gym menceritakan tentang ujian manusia yang dianalogikan dengan sebuah kelapa.

Kelapa, diwaktu yang tepat, ia akan mendapatkan ujiannya yang pertama. Jatuh dari pohon, dan kita tahu sendiri, kelapa tidak jatuh dari tempat yang rendah. Ia jatuh dari tempat yang begitu tinggi dan mendarat dengan begitu keras. Setelah ia jatuh, akan ada yang datang menghampirinya, dan membacok batoknya hingga terbelah. Kemudian, batok tersebut akan dilepaskan dari cangkang bagian dalamnya, batok akan dijenggut kuat hingga benar-benar botak.

Belum cukup sampai disana, golok akan kembali menghampiri dengan keras, memecahkan cangkang bagian dalam, sehingga isi air kelapanya bisa dikuras habis. Daging buah kelapa pun akan diambil hingga bagian dalam cangkang bersih, dan untuk mengelupas seluruhnya, cangkang harus ditekan keras dengan alat yang juga keras. Selanjutnya cangkang akan diparut, perlu parutan yang tajam ditambah tenaga yang juga kuat untuk dapat memarutnya. Dari batok kelapa utuh, sekarang jadilah ia ampas kelapa, apakah cobaannya berhenti? tidak sepenuhnya berhenti sebelum ia diperas hingga tidak ada sari kelapa yang bisa diambil.

Begitu panjang dan kerasnya hidup sebuah kelapa ya…

Aa Gym kurang lebih berkata, jika ujian/cobaan hidup kita belum seperti ujiannya kelapa, pantang bagi kita untuk mengeluh. Manusia yang bisa melalui setiap ujian yang menghampirinya, seperti layaknya kelapa, dari yang kecil hingga yang terberat, adalah manusia terbaik 

Disisi lain, saya menyadari betul.. Jika kita mencermati betul, ternyata seberat apapun ujian yang dihadapi oleh sebuah kelapa. Setiap bagian yang diambil darinya akan punya manfaat bagi sekelilingnya.

Pertanyaannya, ditengah ujian hidup yang terus menerpa kita? adakah kita masih bisa memiliki manfaat untuk sekitar?

Ini hikmah dari sebuah kelapa 🙂

Advertisements
This entry was posted in Asupan Ruhani. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s